Paradigma memiliki posisi yang sangat menentukan dalam membangun metodologi penelitian. Paradigma membentuk cara seorang peneliti memandang realitas, memahami hubungan antara peneliti dengan objek kajian, memilih metode yang digunakan, serta menafsirkan makna dari data yang diperoleh. Perbedaan paradigma melahirkan keberagaman pendekatan penelitian yang masing-masing memiliki karakteristik, kekuatan, dan keterbatasannya sendiri. Kesadaran terhadap keberagaman tersebut memungkinkan seorang peneliti memilih pendekatan yang paling sesuai dengan karakteristik masalah yang sedang dikaji, bukan sekadar mengikuti kecenderungan metodologis yang sedang berkembang.
Buku Paradigma dan Metodologi Penelitian dalam Perspektif Filsafat Ilmu hadir untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai hubungan antara paradigma, metodologi, dan filsafat ilmu. Kehadirannya menjadi penting karena penelitian yang berkualitas tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis dalam mengumpulkan serta menganalisis data, tetapi juga memerlukan landasan filosofis yang kuat. Pengetahuan mengenai ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi pijakan yang membantu peneliti memahami alasan ilmiah di balik setiap keputusan metodologis yang diambil selama proses penelitian berlangsung.
Penyusunan buku ini memperlihatkan alur pembahasan yang runtut dan saling berkaitan. Uraian diawali dengan pembahasan mengenai hakikat metodologi sebagai dasar konseptual dalam memahami penelitian ilmiah. Pembahasan tersebut kemudian dilanjutkan dengan metode ilmiah yang menjelaskan proses sistematis dalam memperoleh pengetahuan yang dapat diuji dan diverifikasi. Kedua bab awal tersebut menjadi fondasi bagi pembaca sebelum memasuki pembahasan mengenai paradigma penelitian sebagai kerangka berpikir yang melandasi keseluruhan proses ilmiah.





Ulasan
Belum ada ulasan.