Matematika merupakan bidang pengetahuan yang membangun pengertian melalui definisi, hubungan, representasi, dan argumentasi. Sebuah aturan hitung tidak berdiri terpisah dari konsep yang menjadikannya sah. Persamaan, grafik, tabel, atau gambar geometri bukan sekadar cara menampilkan jawaban, melainkan bentuk yang memungkinkan hubungan matematis dikenali dan dikaji dari sudut pandang berbeda. Oleh karena itu, pekerjaan guru matematika tidak selesai pada pemilihan contoh dan latihan. Guru perlu menentukan pengetahuan prasyarat, memperkirakan jalur penalaran, menafsirkan kesulitan belajar, serta memilih dukungan yang mempertahankan pekerjaan intelektual peserta didik.
Kebutuhan pembaruan dalam pendidikan matematika kerap dipahami sebagai kebutuhan menghadirkan model, media, atau perangkat terbaru. Cara pandang demikian berisiko menempatkan kebaruan sebagai tujuan tersendiri. Seorang guru dapat menggunakan aplikasi grafik yang sangat interaktif tanpa pernah meminta siswa menjelaskan mengapa sebuah kurva berubah. Guru lain mungkin hanya menggunakan kertas berpetak, tetapi berhasil menumbuhkan dugaan, perbandingan strategi, dan pembuktian. Dalam kedua keadaan itu, mutu keputusan didaktislah yang menentukan apakah sarana pembelajaran menjadi jalan menuju pemahaman atau hanya menambah keramaian aktivitas.
Buku ini membicarakan dasar-dasar keputusan tersebut melalui tujuh bidang yang saling berhubungan. Pembahasan dimulai dari hakikat matematika dan perubahan paradigma pedagogis, berlanjut pada pengetahuan profesional guru, diagnosis konseptual serta lintasan belajar, kualitas tugas, representasi dan diskursus, pendidikan matematika realistik serta etnomatematika, hingga pembelajaran berbasis masalah, inkuiri, dan tantangan. Kerangka ini tidak dimaksudkan sebagai urutan resep. Setiap pendekatan memerlukan penyesuaian berdasarkan tujuan matematis, karakteristik peserta didik, dan bukti yang dapat diamati di kelas.





Ulasan
Belum ada ulasan.