Ngewace Alam Bahari: Budaya Maritim Masyarakat Pesisir Karangantu menghadirkan potret kehidupan masyarakat pesisir Karangantu melalui pengetahuan, tradisi, dan pengalaman yang tumbuh dari kedekatan mereka dengan laut. Buku ini mengajak pembaca memahami Karangantu tidak hanya sebagai kawasan pesisir, tetapi sebagai ruang budaya yang membentuk identitas masyarakat nelayan, pola kehidupan sehari-hari, pembagian peran, hubungan manusia dengan laut, serta nilai-nilai maritim yang diwariskan lintas generasi. Pembahasan juga menelusuri pengetahuan tradisional masyarakat dalam membaca arah mata angin, musim, cuaca, tanda-tanda alam, bintang, matahari, arus laut, hingga kalender lokal yang menjadi bagian penting dalam kehidupan dan aktivitas melaut.
Lebih jauh, buku ini memperlihatkan bagaimana pengetahuan lokal berpadu dengan teknologi dan praktik kelautan, mulai dari penggunaan alat tangkap, perahu, teknik pelayaran, wilayah tangkapan, hingga pengelolaan hasil laut. Kehidupan bahari masyarakat Karangantu juga dibahas melalui sistem kepercayaan, ritual, mitos, kearifan lokal, etika terhadap alam, solidaritas sosial, dan semangat gotong royong. Di tengah modernisasi dan perkembangan teknologi, buku ini turut menyoroti perubahan pola hidup nelayan, ancaman terhadap keberlanjutan pengetahuan tradisional, serta pentingnya peran generasi muda, pemerintah, akademisi, dokumentasi, revitalisasi budaya, dan pengembangan wisata budaya pesisir dalam menjaga warisan maritim Karangantu agar tetap hidup dan bermakna bagi masa depan.





Ulasan
Belum ada ulasan.